Perkembangan Penduduk Indonesia
Disusun
Oleh :
Wahyu Rifaldo
16417152
2IB02
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
TEORI
LINGKUNGAN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2018
Kata
Pengantar
Alhamdulillah
hirobil alamiin sebuah pujian yang pantas saya ucapkan kepada Allah AWT. yang
telah memberikan limpahan rahmat kepada saya . Makalah yang berjudul
“Perkembangan Penduduk Indonesia ”.
Makala
ini saya sesusun sedemikian rupa untuk membahas tentang berbagai persoalan
tentang Perkembangan Penduduk Indonesia
saya
menyadari bahwa untuk membuat makalah ini membutuhkan berbagai pihak baik dari
pihak kedua dan ketiga sebagai narasumber ataupun referensi penulisan makalah
ini. Harapan saya agar makalah yang telah saya rancang ini bermaanfaat bagi khalayak umum.
saya
sebagai penulis Makalah ini menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dari
segi materi dan pembahasan yang saya ketik & rangkum. Oleh karena itu, saya
membutuhkan keritik dan saran yang membangun agar kedepannya karya-karya saya
dapat lebih baik lagi.
Depok, 15 November 2018
Penyusun
Bab 1
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk
adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu
dibandingkan waktu sebelumnya Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan
kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor
non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah
penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Migrasi
itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal kurang ada fasilitas
yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya lapangan kerja. Maka dari
itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.Sehingga dalam masalah ini ,maka
penduduk akan dihadapi dengan masalah lingkungan hidup, pertumbuhan penduduk
dan kelaparan, serta kemiskinan dan keterbelakangan.
Bab 2
PEMBAHASAN
A. Landasan
Perkembangan Penduduk Indonesia
Penduduk adalah orang
atau orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang
tercatat sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat
tersebut. Berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah dapat
dibedakan menjadi empat golongan, yaitu penduduk asli, penduduk pendatang,
penduduk sementara, dan tamu. Penduduk asli adalah orang yang menetap sejak
lahir. Penduduk pendatang adalah orang yang menetap, tetapi lahir dan berasal
dari tempat lain. Penduduk sementara adalah orang yang menetap sementara waktu
dan kemungkinan akan pindah ke tempat lain karena alasan pekerjaan, sekolah,
atau alasan lain. Adapun tamu adalah orang yang berkunjung ke tempat tinggal
yang baru dalam rentang waktu beberapa hari dan akan kembali ke tempat asalnya.
Yang mendasari
perkembangan penduduk di Indonesia adalah banyaknya masyarakat yang menikahkan
anaknya yang masih muda. Dan gagalnya program keluarga berencana yang di usung
oleh pemerintah untuk menekan jumlah penduduk. Karena factor – factor tersebut
tidak berjalan dengan semestinya, maka penduduk Indonesia tidak terkendali
dalam perkembangannya. Seharusnya dengan dua orang anak cukup, maka ini lebih
dari dua orang dalam setiap suami istri. Karena perkembangan penduduk yang
sangat tidak terkendali, maka banyak terjadinya kemiskinan, pengangguran,
kriminalitas, gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya. Dan masalah permukiman
yang tidak efisien lagi. Banyaknya rumah yang lingkungannya kumuh dapat
menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu, 50% penduduk Indonesia
hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan.
B. Pertambahan Penduduk dan
Lingkungan Pemukiman
Pertambahan penduduk dari
tahun ke tahun sangat bertambah pesat di karenakan oleh berbagai faktor. Karena
bertambah pesatnya penduduk terjadi kesenjangan sosial, salah satunya rusaknya
lingkungan pemukiman. Yang selayaknya pemukiman itu tertata bersih, nyaman, dan
indah terawat , tetapi berubah terbalik menjadi kotor dan berantakan.
Bertambahnya penduduk
jelas akan bertambah pula kepadatan pemukiman. Hal ini diakibatkan bertambahnya
populasi manusia yang semakin banyak. Ini jelas akan terjadi kejenuhan yang ada
di kota-kota besar seperti Jakarta . Bertambahnya penduduk jelas mempengaruhi
lingkungan seperti banyaknya sampah dan tata ruang atau kota yang sangat buruk
dan menghilangkan keindahan kota.
Berkembangnya pertambahan
penduduk harus juga diikuti oleh banyaknya lowongan kerja karena jika tidak
adanya lowongan kerja akan terjadi suatu tingkat pengangguran yang tidak
sedikit. Jika hal ini tidak diperhatikan maka akan banyak tingkat kriminal. Lingkungan
yang banyak penduduknya biasanya dapat mengurangi keindahan tempat pemukiman
tersebut seperti banyaknya sampah karena banyaknya penduduk yang membuang
sampah sembarangan.
C. Pertumbuhan Penduduk dan
Tingkat Pendidikan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu
pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan
penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah
penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.
Suatu wilayah dengan
pertambahan penduduk yang pesat dapat menyebabkan masalah- masalah pendidikan,
pengangguran, kesenjangan sosial dan masalah-masalah lainnya. Dengan jumlah
penduduk yang besar maka fasilitas- fasilitas sosial, pendidikan dan pekerjaan
juga ikut meningkat. Jika penduduk di suatu kota yang padat tidak terpenuhi
fasilitas pendidikannya maka akan menyebabkan penurunan tingkat pendidikan
wilayah tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan pengangguran
sehingga dampak pada tingkat perekonomian juga memburuk. Jika masalah ini terus
diabaikan maka kemerosotan negara tidak dapat dihindari.
Tingkat pendidikan yang
buruk dapat menyebabkan anak-anak mengalami depresi. Hal ini memicu terjadinya
pekerjaan-pekerjaan yang tidak layak dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.
Bahkan dampak lain dari masalah ini bisa menyebabkan tingkat tindakan kriminal
yang dilakukan anak-anak meningkat. Generasi muda dan anak-anak yang cerdas
adalah kunci kemajuan suatu negara. Jika masa kanak-kanak mereka diisi dengan
hal-hal negatif maka jalan menuju kesuksesan bangsa akan semakin jauh.
Negara Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang sehingga untuk
melaksanakan pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat,
karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Akibatnya
fasilitas secara kualitatif dalam bidang pendidikan masih terbatas. Pertambahan
penduduk yang cepat, lepas daripada pengaruhnya terhadap kualitas dan kuantitas
pendidikan, cenderung untuk menghambat perimbangan pendidikan. Kekurangan
fasilitas pendidikan menghambat program persamaan atau perimbangan antara
pedesaan dan kota, dan antara bagian masyarakat yang kaya dan miskin.
Oleh karena itu, masyarakat
dalam mencapai pendidikan yang tinggi masih sedikit sekali. Hal ini disebabkan
karena :
1. Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
2. Besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan
penyediaan sarana pendidikan.
3. Pendapatan perkapita penduduk di Indonesia rendah
sehingga belum dapat memenuhi Kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.
Dampak yang ditimbulkan
dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah:
1. Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga
harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di
mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi
kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
2. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya
masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidak mampuan
masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas
umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat.
Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya
pembangunan.
D. Pertumbuhan Penduduk dan
Penyakit Yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya.
Adapun faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran,
kematian, dan perpindahan penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor
alami sedangkan perpindahan penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua
yaitu migrasi masuk yang artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi
keluar adalah mengurangi jumlah penduduk. Dalam dalam masalah ini maka penduduk
tidak aka jauh dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk
tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang
kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala
penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan
kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan
bagi semua orang di lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada
hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor
kesehatan. Usaha-usaha secara terintegrasi dari semua sektor, termasuk
organisasi-organisasi, individu-individu, dan masyarakat, diperlukan untuk
pengembangan pembangunan sosio-ekonomi yang berkelanjutan dan manusiawi,
menjamin dasar lingkungan hidup dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan.
Seperti semua makhluk
hidup, manusia juga bergantung pada lingkungannya untuk memenuhi
keperluan-keperluan kesehatan dan kelangsungan hidup. Kesehatanlah yang rugi
apabila lingkungan tidak lagi memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia akan
makanan, air, sanitasi, dan tempat perlindungan yang cukup dan aman- karena
kurangnya sumber-sumber atau distribusi yang tidak merata. Kesehatanlah yang
rugi apabila orang-orang menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak ramah-
seperti binatang-binatang mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata atau
supir-supir yang mabuk.
Kesehatan manusia
adalah keperluan dasar untuk pembangunan berkelanjutan. Tanpa kesehatan,
manusia tidak dapat membangun apa pun, tidak dapat menentang kemiskinan, atau
melestarikan lingkungan hidupnya. Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup
merupakan hal pokok untuk kesejahteraan manusia dan proses pembangunan.
Lingkungan yang sehat menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan
yang tidak sehat menyebabkan masyarakat yang tidak sehat pula.
E. Pertumbuhan Penduduk dan
Kelaparan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan suatu wilayah yang dikarenakan
bertambahnya angka kelahiran maupun berkurangnya jumlah penduduk yang
dikarenakan angka kematian bertambah,perpindahan penduduk dari suatu daerah ke
daerah lain atau ke tempat lain seperti migrasi,transmigrasi dab sebagainya.
Jumlah penduduk disuatu wilayah saat ini sangat mencemaskan selain bertambahnya
jumlah penduduk maka semakin sempit pula bagi mereka yang untuk mendapatka
lapangan pekerjaan ataupun untuk mencari mata pencarian mereka untuk menjalani
kebutuhan hidup,karena dapat menimbulkan angka kelaparan di bangsa ini akan
bertambah yang disebabkan masalah tadi seperti sulitnya untuk berusaha
mendapatkan kerja untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semaki padatnya
penduduk maka semakin sempit pula peluang mereka untuk mendapatkan kebutuhan
yang mereka inginkan.
Dari masalah
tersebut maka angka kematian pun semakin bertambah,dan bisa merepotkan para
pemerintah untuk menyensus penduduk yang bertempat tinggal,walaupun pemerintah
sudah mencanangkan program untuk keluarga yang berencana tetapi sulit untuk
bagi kita menjalankan perintah tersebut dikarenakan masalah ekonomi dan
kebutuhan yang mendesak.
Maka dari itu semoga
pemerintah bisa lebih tegas lagi untuk menjalankan program tersebut di
antaranya mencegah orang untuk bermigrasi,karena dengan migrasi banyak orang
yang menganggur dan menyusahkan pemerintah untuk menyensus selain itu para
migrasi yang tidak bekerja hanya menjadi pengemis jalanan yang menyebabkan
kepadatan penduduk yang sia – sia dan menyebabkan banyak orang yang kelaparan
yang bisa mengakibatkan kematian.
F.Kemiskinan dan
Keterbelakangan
Pertumbuhan penduduk
sangat berkaitan dengan kenaikan ataupun penurunan angka kematian dan kelahiran
selain itu juga sangat berpengaruh dengan angka kemiskinan dan keterbelakangan
yang mengakibatkan semakin menurunnya otonomi daerah tersebut.Hal itu terjadi
dikarenakan beberapa hal seperti keadaan ekonomi yang mengakibatkan tidak bisa
mencukupi kebutuhan hidup sehingga banyak orang yang mengalami kemiskinan dan
keterbelakangan karena dalam kebutuhan pokok yang mereka makan bisa jadi tidak
bergizi dan tidak mengandung protein yang menunjang sehingga menyebabkan
keterbelakngan mental, fisik, maupun sosial.
Kemiskinan dan
keterbelakangan begitu erat kaitannya satu sama lain sehingga dapat dianggap
sebagai satu pengertian, maka digunakan satu istilah saja, yaitu kemiskinan di
mana sudah terkait pengertian keterbelakangan.
Dampak kemiskinan
terhadap orang-orang miskin sendiri dan terhadap lingkungannya, baik lingkungan
social maupun lingkungan alam, dengan sendirinya sudah jelas negative. Orang
miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi minimal bagi dirinya sendiri maupun
bagi keluarganya. Dampak kemiskinan terhadap lingkungan social
tampakmengalirnya penduduk ke kota-kota tanpa bekal pengetahuan apalagi bekal
materi. Akibatnya antara lain ialah banyaknya tukang becak, pemungut punting,
gelandangan, pengemis, dan sebagainnya yang menghuni kampung-kampung liar dan
jorok di gubuk-gubuk reot yang tidak pantas didiami manusia.
Kemiskinan adalah
kurangnya kebutuhan atau ketidakmampuan dasar manusia seperti air bersih , gizi
, perawatan kesehatan , pendidikan , pakaian dan tempat tinggal. Kemiskinan
relatif adalah kondisi memiliki sumber daya yang lebih sedikit atau penghasilan
kurang daripada yang lain dalam masyarakat atau negara, atau dibandingkan
dengan rata-rata di seluruh dunia.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan :
dapat ditarik kesimpulan
bahwa penduduk selalu mengalami peningkatan dari zaman batu tua, batu muda
hingga zaman perunggu pertambahan penduduk cukup signifikan. Pertumbuhan
penduduk ini tak terlepas dari dukungan angka kelahiran yang tinggi dan angka
kematian yang rendah. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia meningkat dengan
cepat dimulai pada tahun 1650, dimana revolusi pertanian mulai dilakukan
sehingga terjadi peningkatan mutu kualitas hidup masyarakat luas.
Namun menjelang permulaan abad ke-20, dibeberapa negara barat telah terjadi
penurunan tingkat kelahiran dan kematian. Namun sebaliknya di beberapa
negara yang sedang berkembang justru tingkat kelahiran tinggi yang tidak
dibarengi oleh tingginya tingkat kematian. Sehingga negara-negara berkembang
cenderung berpenduduk banyak dan padat. Seperti halnya negara Indonesia, yang
merupakan salah satu negara sedang berkembang yang memiliki jumlah
penduduk besar ke-4 dunia dengan jumlah pulau lebih dari 13.666. namun
jumlah penduduk terbesar ada di pulau Jawa, karena Pulau Jawa dilihat
secara geografis letaknya sangat strategis dan subur. Selain itu juga sarana
prasarana sosial di pulau jawa cukup memadai. Sehingga tingkat mutu hidupnya
tinggi
Melihat jumlah penduduk yang kian meningkat, maka pemerintah serta pihak
–pihak yang menangani masalah kependudukan perlu menanganinya baik secara
regional maupun internasional. Dimaksudkan agar pertumbuhan penduduk
dunia dapat dikendalikan agar tidak ada lagi rakyat rakya Indonesia yang kelaparan.
Daftar Puskta :
http://noorakbar.blogspot.com/2010/10/kepadatan-penduduk-di-indonesia.html
http://sitisulissatuduatiga.blogspot.co.id/2014/11/pertambahan-atau-pertumbuhan-penduduk.html
https://adityaprks.wordpress.com/2014/11/30/penduduk-dan-tingkat-pendidikan-di-indonesia/
http://veyliquid.blogspot.co.id/2009/11/pertumbuhan-penduduk-dan-penyakit-yang.html
http://vidiajanier.blogspot.co.id/2014/12/penduduk-kemiskinan-dan-ketebelakangan.html
http://nerissfuture.blogspot.co.id/2015/05/landasan-teori-perkembangan-penduduk.html
https://sekaranindya.wordpress.com/2011/10/30/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat-pendidikan/
http://hannitacambridge.blogspot.co.id/2011/11/perkembangan-penduduk-indonesia.html
http://bayufrediansyahe.blogspot.co.id/2014/11/kependudukan.html
http://vidiajanier.blogspot.co.id/2014/12/penduduk-kemiskinan-dan-ketebelakangan.html