Penelitian yang dilakukan EACEA (2013) terhadap generasi muda di tujuh negara Eropa menghasilkan kesimpulan generasi muda yang dapat menyarankan preferensi dan minat mereka terhadap politik.
Ketiga, masyarakat dapat terlibat dalam proses seleksi dari
orang-orang yang ingin mendapat jabatan publik. Contohnya dengan memberikan
suara pada pemilihan atau mencalonkan diri untuk jabatan publik. Studi terhadap
pengguna media sosial di Indonesia masih sangat terbatas dan studi lebih lanjut
masih sangat dibutuhkan untuk menjelaskan sifat dan karakteristik pengguna
media sosial yang jumlahnya sangat besar dewasa ini.
Di samping itu, generasi milenial diharapkan mampu membawa
dinamika politik yang sehat dan dinamis. Tahun 2019 merupakan momentum politik
yang memerlukan peran generasi yang cakap, tanggap, kreatif, dan advokatif.
Langkah-langkah strategis generasi milenial dalam mengisi pesta demokrasi dapat
dilakukan dengan beragam cara, misalnya mendorong gerakan antigolput atau
kampanye hashtag yang positif demi pemilu berkualitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar